Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Wednesday, May 16, 2012

3 Alasan Pelaku Menyebarkan Foto Korban Tragedi Sukhoi Superjet 100

Berita seputar kecelakaan yang menimpa pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak Bogor memang sedang heboh-hebohnya, lebih heboh waktu ayu ting ting naik daun. Yang tak kalah heboh adalah beredarnya juga foto yang diklaim sebagai foto korban kecelakaan pesawat canggih tersebut. Foto-foto itu awalnya beredar melalui BlackBerry Messenger beberapa group chat, setelah itu piranti lain ikut-ikutan menyebarkan foto tersebut,terutama tentu saja media sosial seperti facebook,t witter dll maka tersebarlah foto itu dalam waktu singkat kesegenap lapisan masyarakat. Saya juga mendapatkan foto itu dari seorang teman yang mem-posting di jejaring sosial Facebook. Foto yang sama saya yakin banyak di antara kita yang juga telah mendapatkannya.

Dari situ ada pertanyaan menggelitik, apa sebenarnya alasan mereka mengunggah foto yang diklaim sebagai korban kecelakaan yang ternyata palsu tersebut ? bisa jadi banyak sekali alasan, menurut saya (yang bukan pelakunya lho) paling tidak ada tiga hal yang melatarbelakangi seseorang mengupload atau menyebarkan foto yang menghebohkan  tersebut.

Alasan pertama, mereka adalah tipikal sebagian dari masyarakat kita yang menyukai kehebohan. Dimana saja ada kecelakaan, di tempat itu pasti ada kehebohan, dimana ada pembunuhan, di tempat itu pasti ada keramaian. Stereotip ini tercermin juga pada pola pemberitaan media massa kita yang cenderung lebay. Pembunuhan,kriminalitas dan kecelakaan,selalu mendapat porsi pemberitaan yang berlebih lebih di media cetak atau elektronik. Jualannya pun mengeksploitasi tema-tema tersebut,bahkan dengan membuat acara khusus kriminal segala. dari sisi itu maka kita semua akan mengerti itulah selera masyarakat terhadap sebuah berita. Maka mengunggah foto korban Sukhoi adalah bentuk keniscayaan dari stereotip masyarakat itu sendiri.

Alasan kedua menurut hemat saya adalah bahwa penyebar foto adalah “orang baru” dalam kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Anak kemarin sore yang baru tahu internet dan gaptek akan kecanggihan dan kemudahan alat komunikasi tidak selalu sejalan seiring dengan kematangan dan kedewasaan para penggunanya. Dengan gampangnya mereka meneruskan kembali berbagai aliran informasi yang diterima tanpa merasa perlu menyaring tingkat akurasi kebenarannya. Tidak peduli apakah informasi tersebut akurat atau hanya sekedar hoax alias gossip. “Orang-orang newbie” ini juga merasa perlu menunjukkan eksistensi dirinya di jagat informasi yang sangat riuh. Salah satu bentuk "ngeksist" di jagat informasi sekarang ini adalah dengan menyajikan informasi baik berupa gambar atau tulisan yang dianggap mempunyai daya tarik atau daya heboh yang luar biasa. Jadi keinginan untuk ngeksis ditambah kemalasan menyaring informasi menghasilkan kombinasi yang pas untuk terjadinya kehebohan ini.

Untuk alasan ketiga ini agak absurd, pengunggah foto korban ini jangan-jangan tidak mempunyai keluarga. Logikanya sederhana, kalau mereka memiliki keluarga pasti ada rasa empati. Kalau masih punya hati nurani maka akan timbu pertanyaan, “Bagaimana seandainya kecelakaan itu menimpa keluarga saya? Relakah foto-foto mengenaskan keluarga saya disebarkan ke orang lain?”, nurani tentu akan menghentikan jari jemari mereka menekan tombol share ketika mereka mendapatkan foto-foto tersebut. Semakin banyak orang yang tidak memiliki nurani,maka semakin cepatlah foto-foto tersebut akan tersebar.
Berkaca dari kasus ini, kedepan semoga kita menjadi bagian dari masyarakat yang semakin dewasa dalam menyerap dan mengaplikasikan teknologi di kehidupan berbangsa dan bernegara. tidak mudah terpengaruh dengan berita yang tidak jelas asal usulnya sehingga akan membuat masyarakat yang cerdas di era informasi ini.

Wednesday, March 21, 2012

Antara Cacian Dan Harapan FPI Tetap Bertahan

FPI
FPI (Front Pembela Islam) adalah salah satu organisasi keagamaan yang bertujuan amar ma’ruf nahi munkar. FPI sangat tenar di republik ini. Amar ma’ruf dan nahyi munkar sendiri secara sederhana adalah mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sehingga sesungguhnya, berdasarkan pengertian itu seharusnya organisasi itu dalam jangka panjang akan turut membuat kehidupan di Indonesia lebih baik.

Dalam konstitusi Indonesiaan, siapapun memiliki hak untuk berserikat dan berorganisasi. Setiap organisasi akan dilindungi secara hukum oleh undang-undang. Jangankan hanya organisasi semacam FPI orang-orang yang mengaku tidak bertuhan saja mendapatkan perlindungan, terbukti di Indonesia masih banyak orang yang menganut kepercayaan yang tidak jelas siapa Tuhannya.FPI tidak bisa disamakan dengan Kony atau pembunuh bayaran yang jelas jelas penjahat.

Monday, March 12, 2012

Kony,Joseph Kony sudahkah anda mengenalnya?

Dengan tulisan ini mungkin Anda akan berpikir saya sedikit ngotot agar tulisan ini dibaca oleh banyak orang. Kalau Anda berpikir demikian, maka Anda sama sekali tidak salah. Kali ini tidak ada hubunganya dengan BBM. Tujuan saya menerbitkan tulisan ini adalah supaya kita semua mengenal siapa itu Kony,joseph Kony? Siapakah dia? Dan mengapa kita semua perlu mengenalnya lebih dalam? silahkan lanjutkan membaca apabila anda termasuk orang yang berempati tinggi dan memiliki rasa peduli terhadap sesama.

Wednesday, January 11, 2012

BBM Naik, Udang dibalik 2014

Kenaikan BBM merupakan tidak sekedar urusan ekonomi, tetapi BBM sangat berpengaruh dalam urusan politik.Mendulang suara PilPres di tahun 2014 nanti adalah tujuan tersembunyi, politik BBM mengandung unsur antara jatuh atau malah tinggi dengan dukungan masyarakat luas dikarenakan politik BBM yang sangat manjur dalam menggunakan kepentingan sebuah politis.inilah pilihan yang sedang dihadapi oleh pemerintahan rezim SBY, BBM naik atau tidak alias tetap dengan harga semula? semua orang tahu kenaikan BBM tidak selamanya merugikan secara politis. Pemilu 2009 adalah contoh bagaimana SBY kembali terpilih sebagai presiden dikarenakan mampu mengolah politik BBM dengan cerdas.

Kecerdikan SBY dan pemerintahannya memberikan permainan politis dengan mencitrakan diri sebagai pengawal masyarakat kecil dari ketertindasan, SBY mencitrakan, bahwa subsidi BBM salah sasaran. Inilah kampanye indah yang dimainkan pemerintahan SBY dalam mengelola sebuah politik BBM dengan cerdas. Dan hasilnya ternyata di tahun 2009 SBY tetap menang dalam pemilihan presiden hanya dalam satu putaran saja (60+ rakyat memilihnya).

Sejatinya kenaikan BBM sudah menjadi pembicaraan hangat bagi para pejabat negara,termasuk kampanye salah subsidi sudah mulai di menggema dalam mengambil pencitraan pemerintah, untuk menekan para politisi yang mengkritisi kebijakan kenaikan BBM tersebut. Sehingga genderang oposisi pro kenaikan BBM mulai di minimalisir dengan cara kampanye Besar-besaran, bahwa subsidi BBM hanya dinikmati para pemilik motor dan mobil, padahal BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan masyarakat, tentu kalau BBM naik sudah dipastikan akan memicu kenaikan barang pokok lainnya.

Dan sekarang genderang politik BBM sudah ditabuh, momentum ini sangat menentukan langkah kemenangan PilPres 2014. Sehingga kalau pemerintahan SBY tidak mampu membangun citra dan opini yang baik bahwa subsidi BBM salah sasaran, besar kemungkinan aksi menentang kenaikan BBM akan sangat besar dan berpengaruh kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin berkurang. Inilah hal yang menjadi topik ulasan bahwa kenaikan BBM tidak sekedar masalah ekonomi masyarakat, tetapi lebih jauh lagi masalah politik yang sangat rawan konflik sosial bahkan bisa menentukan naik turun seorang presiden.

Contoh kegagalan mengelola politik BBM terjadi pada era 65 dan 98, kenaikan BBM memicu kenaikan harga sembako. Nah! disaat ekonomi masyarakat lemah, maka sangat rentan konflik karena emosi masyarakat mudah tersulut. Berangkat dari situlah rezim SBY harus pandai mengelola politik BBM, agar tidak menjadi bola liar politik yang sangat membahayakan sebuah bentuk konflik sosial.

Kesuksessan SBY dan JK saat menaikkan BBM pada waktu itu bisa jadi karena pendekatan yang sangat cantik kepada masyarakat. Pada saat BBM naik membumbung tinggi, pemerintah mencanangkan program BLT sebagai subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin, agar mampu memenuhi kebutuhan pokok. Sehingga kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat dan mampu menyeimbangkan kebutuhan masyarakat miskin antara pemasukan dan pengeluaran.Sebuah teori yang indah di permukaan.

Selalu muncul pertanyaa sederhana setiap kali BBM naik, apakah benar bahwa pemerintah merasa negara mensubsidi rakyat dengan BBM? pemerintah mengklaim bahwa negara telah memberikan subsidi kepada masyarakat dengan memberikan harga BBM super murah di banding harga pasar dunia. Sehingga disaat negara mencabut subsidi BBM, maka pemerintah mempunyai alasan, bahwa mencabut subsidi BBM dikarenakan telah terjadi pembengkakan anggaran APBN. Nah! dari situ harga BBM dinaikkan sebagai salah satu menutup pembengkakan APBN.

Terlepas dari masalah subsidi, bahwa masyarakat telah membayar pajak kepada pemerintah. Nah! kalau pajak dan alam nusantara Indonesia di kelola dengan tepat, kemungkinan besar kesejahteraan masyarakat akan tercapai tanpa menaikkan harga BBM. Inilah kewajiban pemerintah sebagai pengelola negara dalam memberikan yang terbaik buat masyarakat, bukan malah uang pajak dan alam nusantara Indonesia di korup para oknum secara berjama’ah. Gayus dan Danar adalah sebagian kecil penikmat pajak tersebut. Sungguh tragis nasib bangsa kalau penyimpangan pajak diwariskan dari generasi kegenerasi..

Dari situ dapat menjadi sebuah indikasi, kalau kenaikan BBM sebagai salah satu proses politik menuju Pilpres 2014, apabila rezim SBY berhasil menggiring opini sebagai dewa penyelamat hidup masyarakat dengan menaikkan harga BBM dengan program tepat sasaran, tentu keberhasilan rezim SBY akan berlangsung hingga 2014 mendatang, namun kalau mengelola kenaikan harga BBM mengalami kegagalan, karena di sebabkan malah masyarakat semakin menderita, berarti rezim SBY akan tumbang dalam PilPres 2014 nanti. Siapa pemenang dan siapa yang tumbang? mari kita tunggu politik BBM menuai hasilnya......